train in the middle of a town?
Kereta di tengah kota, bukan hanya memotong jalan, tapi melintas di sepanjang jalanan kota. Tau kan dimana? Yup, betul sekali.. hanya di Surakarta aka. Solo -The Spirit of Java-

Sepur
Dulu pas masih kecil, ngeliat kereta kek gini rasanya biasa-biasa aja, tapi setelah dipikir-pikir dan dicari tau, ternyata ini adalah sebuah trademark tersendiri dari kota tercintaku. Rel kereta yang memanjang di sepanjang Jl.Slamet Riyadi ini memang tiada duanya, masih teringat jelas dahulu ketika ada kereta lewat, pasti klaksonnya si kereta itu dibunyiin terus untuk memberi peringatan kepada pengguna jalan yang sedang melintas. Lama tidak mendengar kabar tentang Sepur in D’Town ini.. Pas tadibaca-baca Solopos eh ada berita tentang jalur kereta tengah kota ini.. Ternyata hari Ahad kemarin telah dilakukan ujicoba kereta api dengan lokomotif bertenaga uap melintas di sepanjang jalur itu. Lokomotif buatan Jerman tahun 1896 yang dilengkapi dua gerbong klasik tersebut rencananya akan diresmikan pada 17 September 2009 mendatang.

New Spur in D'Town
Wah wah.. seneng sih sebenernya. Jalur kereta yang dahulu juga sempat ditutup untuk beberapa waktu itu akan beroperasi lagi dan ada something new juga. Tapi kalau g salah, kereta api dengan lokomotif yang jadul itu bukannya akan menambah tingkat polusi di jalan? Ah semoga saja dengan adanya objek wisata baru di kota Solo ini tidak serta merta menambah masalah baru pada lingkungan sekitar.
-Keep solo comfort as The Spirit of Java-
*jadi kangen pengen pulang T_T
September 23, 2009 pada 6:32 pm
satu-satunya di Indonesia (atau mungkin malah dunia), rel kereta api sejajar dengan jalan utama tanpa dipisahkan pembatas.
September 28, 2009 pada 8:50 am
betul betul betul
September 27, 2009 pada 3:55 pm
baru ya?
jadi penasaran… XD
September 28, 2009 pada 8:46 am
yup.. baru diresmikan kemarin… hari ahad tgl 27-09-2009 -pas jadwal pulang, jd g bisa liat
September 29, 2009 pada 4:24 am
lho, ktnya 17 sept?
mundur toh?
kapan2 nyobain jg ahhhhh
September 29, 2009 pada 10:52 pm
sepertinya sih begitu..
kalo mo nyobain, harus nyiapin uang yg g sedikit lho.. untuk menempuh jarak 5 koma sekian kilometer anda harus merogoh kocek sekian ratus ribu (dua ratus ribu kalo g salah) *denger pas di berita kemarin.. CMIIW
September 29, 2009 pada 6:54 am
wew.. itu kan gambar duluuuuuuuuuuuu banget, yang aku copy dari flash disk mu..
kalo gk salah dulu ku minta pas kamu jadiin background FD mu…
sekarang tetep menjadi background salah satu folderku
September 29, 2009 pada 10:52 pm
waaahhh masih disimpen to mbak?
Oktober 1, 2009 pada 7:51 am
wah mahal bener -_-
klo gitu kapan kapaaaaaaaaaaannnnnnnnnnn aja
November 17, 2009 pada 4:37 pm
nice… baru tahu..
menyesal waktu ke solo dulu gak tahu cerita ni spur
November 17, 2009 pada 6:50 pm
wew.. ayo wield maen2 ke solo lagi..biar bisa naek ini kereta *bukan motor lho.. ^_^
November 18, 2009 pada 8:39 am
wakakak… iyah, bukan motor..
kalo naik ‘kereta’ mah, di sini udah biasa.
btw.. di sini juga kereta apinya dah pensiun, tinggal rel-nya doang
hope someday…pemda di sini berinisiatif untuk mennghidupkannya lagi.
November 18, 2009 pada 8:48 am
ahaha.. amiinn..
btw ‘kereta’ wielda gmn kabar? dibawa ke situ juga?